VOICE OF HUMAN RIGHTS
Human Rights News Centre

Jl. Tebet Barat Dalam II / 15
Jakarta Selatan 12810 - Indonesia
Phone : +62 21 831 8274   Faximile : +62 21 831 8276
E-mail : vhr@vhrmedia.net

.:: NEWS ::.
Author : Yerry Niko Borang
Tue, 12 Dec 2006 11:43:23 +0700

Internasional
Gelombang Aksi Mahasiswa Iran Tolak Ahmadinejad

Teheran - Sekelompok mahasiswa Iran berunjuk rasa menolak Presiden Mahmoud Ahmadinejad yang datang dan berpidato di Universitas Amir Kabir, Teheran.

Situs berita bbc.co.uk Senin (11/12) menulis, para mahasiswa berusaha memotong pidato Ahmadinejad dengan menyoraki dan mengangkat poster-poster penolakan. Bahkan, sekelompok mahasiswa menyalakan kembang api dan membakar foto sang Presiden.

Menurut sejumlah pejabat Iran, Presiden Ahmadinejad diteriaki oleh para mahasiswa, “Mampuslah Diktator!” Namun, Ahmadinejad menanggapi teriakan itu dengan dingin. Dia menyatakan kelompok itu sebagai “minoritas penggangu” dan terus melanjutkan pidato.

Pada hari Minggu lalu seribuan mahasiswa juga berdemonstrasi menolak kebijakan yang mereka sebut sebagai penindasan hak berorganisasi mahasiswa.

Minggu lalu tidak kurang dari dua ribu mahasiswa berdemonstrasi di Universitas Teheran dalam peringatan hari mahasiswa. Dalam kesempatan itu para mahasiswa dalam orasinya menyatakan sejak Ahmadinejad terpilih sebagai presiden terus terjadi pengejaran terhadap para mahasiswa.

Berbagai unjuk rasa menentang pemerintah menjadi pemandangan jamak di Iran sejak Ahmadinejad terpilih sebagai presiden pada tahun 2005.

Demonstrasi Senin kemarin dimulai ketika sekitar 50 mahasiswa mulai menyerukan yel-yel menentang kedatangan Presiden Ahmadinejad yang sedang berpidato di Universitas Teknik Amir Kabir. Aksi tersebut kemudian diikuti oleh para mahasiswa yang lain.

Kantor berita mahasiswa ISNA, memberitakan pengunjuk rasa juga menuntut pengunduran Alireza Rahai, pemimpin Universitas Amir Kabir yang juga seorang konservatif. Rahai ditunjuk menjabat sebagai rektor setelah Ahmadinejad terpilih. Amir Kabir merupakan universitas politeknik di kota Teheran yang terkenal sebagai pusat mahasiswa kritis.

Menurut situs perlawanan mahasiswa Iran, ADWAR, Ahmadinejad merespons aksi mahasiswa dengan menuduh tindakan itu memalukan dan dibayar oleh Amerika Serikat. Ahmadinejad menyelesaikan pidatonya dan segera meninggalkan tempat saat para pengawalnya mencoba menghentikan kerumunan mahasiswa yang marah dan menendang mobil yang membawa penguasa Iran itu keluar kampus.

September lalu sebuah koran utama kaum reformis, Shargh, ditutup oleh pemerintah serta sejumlah jurnalisnya dilarang bekerja kembali di perusahaan itu. Pemerintah juga telah menutup ribuan situs berita dan blog untuk membatasi akses pengguna internet membaca situs-situs independen. (nytimes/CNN/Yerry Niko/E4)

Copyright © 2005 - 2010 vhrmedia.net - Voice of Human Rights News Centre