VOICE OF HUMAN RIGHTS
Human Rights News Centre

Jl. Tebet Barat Dalam II / 15
Jakarta Selatan 12810 - Indonesia
Phone : +62 21 831 8274   Faximile : +62 21 831 8276
E-mail : vhr@vhrmedia.net

.:: NEWS ::.
Author : Yerry Niko Borang
Thu, 01 Feb 2007 16:30:20 +0700

Internasional
Harga Pangan Melambung, Pekerja Meksiko Demo

Mexico CityPuluhan ribu pekerja berunjuk rasa di Ibu Kota Meksiko, kemarin. Mereka memprotes kenaikan harga makanan pokok yang mencapai 40%, sedangkan upah naik hanya 4%.

 
Situs nytimes.com (1/2) memberitakan, aksi para pekerja bertambah semarak saat partai-partai sayap kiri bergabung dengan serikat buruh dan organisasi petani yang menyelenggarakan aksi. Demonstran mengambil jalur arak-arakan dari pusat kota ke tempat aksi tradisional Meksiko, Zocalo.
 
Kenaikan harga tortilla (roti dari jagung) dan jenis makanan lain menjadi topik perdebatan politik yang hangat belakangan ini. Hal tersebut menjadi tantangan awal Presiden Meksiko Felipe Calderon yang baru terpilih.
 
Saat pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota, salah seorang mantan selebritas televisi, Veronica Velasco, membacakan pernyataan yang mengutuk sejumlah kebijakan pemerintah.
 
“Sementara negeri lain mencari alternatif melawan kecenderungan kebijakan neoliberal, pemerintah Meksiko patuh di belakang sambil menerapkan model tersebut. Bahkan, setelah seperempat abad sistem tersebut telah memperlihatkan tidak efisien dan ketimpangan,” ujarnya.
 
Saat malam tiba mantan kandidat presiden sayap kiri yang kalah tipis dalam pemilu bulan Juli lalu, Andres Manuel Lopez Obrador, berbicara kepada para demonstran.
 
Lawan-lawan Presiden Calderon menilai kenaikan harga tortilla merupakan bukti kegagalan sistem pasar bebas. Sistem tersebut hanya memberi kemudahan bagi orang-orang kaya.
 
Kenaikan harga tortilla menjadi amunisi baru bagi para penentang sistem pasar bebas yang menuntut negosiasi ulang Pakta Perjanjian Pasar Bebas Amerika Utara. Para penentang sistem pasar bebas meminta pemerintah memberikan perlindungan lebih bagi petani Meksiko serta mengurangi impor jagung dan mengembalikan kedaulatan pangan nasional. (Yerry Niko/E4)

Copyright © 2005 - 2010 vhrmedia.net - Voice of Human Rights News Centre