|
.:: NEWS ::. Author : Wed, 06 Dec 2006 12:09:08 +0700
Internasional
Pascakudeta, Militer Fiji Terapkan Keadaan Darurat
Suva - Penguasa militer Fiji mengumumkan keadaan darurat Rabu, sehari setelah merebut kekuasaan. Seperti dilaporkan sejumlah radio setempat, sebagaimana polisi, politikus yang tersingkir dan birokrat senior pemerintah menghadapi kudeta ini dengan perlawanan pasif, sementara sanksi internasional mulai mengisolasi negeri di selatan Pasifik ini.
Situs localnewsleader.com Rabu (6/12) siang menulis, pengumuman keadaan darurat dikeluarkan setelah tentara mengadakan pertemuan dengan pelaksana Komisoner Polisi Moses Driver, yang sebelumnya mengeluarkan pernyataan menolak pengambilalihan oleh militer dan menginstruksikan para pejabatnya tidak menaati setiap perintah yang dikeluarkan oleh rezim militer.
Pasukan militer menerobos dan menghentikan pertemuan para pejabat senior pemerintah yang berunding untuk mendiskusikan kudeta yang dilakukan militer kemarin. Sekretaris Perdana Menteri Laisenia Qarase, Jioji Kotobalavu dibawa tentara yang menyatakan dia berkeinginan untuk mendiskusikan beberapa hal di markas militer. demikian pernyataan Menteri Perburuhan Krishna Datt.
Qarase terbang keluar dari Suva Rabu ini atas permintaan militer, kembali ke kediamannya di pulau terpencil. Hal itu dikatakan oleh sekretaris pribadinya, Pene Nonu.
"Apa yang dilakukan para komandan militer merupakan sebuah pemerkosaan terhadap konstitusi kami dan kami menjadi bahan tertawaan di seluruh dunia," kata Qarase kepada wartawan.
Hari Rabu ini Suva secara umum tampak sepi. Meski hampir kebanyakan usaha tetap beroperasi, hanya sedikit orang yang berlalu-lalang di jalan.
Sementara itu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan, melalui juru bicara Stephane Dujarric, mengecam kudeta itu dan meminta pemerintahan yang sah dipulihkan kembali. Dia menyatakan Fiji mungkin tidak akan diundang untuk berpartisipasi dalam pasukan perdamaian PBB di masa datang.
Dalam kesempatan lain, pemimpin kudeta Komodor Bainimarama menyatakan akan meminta Dewan Penasihat Fiji yang memiliki otoritas konsitusional untuk menetapkan presiden dan wakil presdien dalam pertemuan minggu depan. (AP/Yerry Niko/E4)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Wednesday, 06 December 2006 10:06:23 Internasional Tuesday, 05 December 2006 17:40:40 Internasional Tuesday, 05 December 2006 16:22:40 Internasional Tuesday, 05 December 2006 14:38:20 Internasional Tuesday, 05 December 2006 13:22:58 Internasional |