|
.:: NEWS ::. Author : Fri, 08 Dec 2006 11:36:40 +0700
Internasional
Cina Eksekusi Demonstran Antipembangunan Dam
Beijing - Pemerintah Cina secara diam-diam mengeksekusi seorang laki-laki yang mengambil bagian dalam aksi menentang proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air pada tahun 2004. Chen Tao merupakan salah seorang di antara puluhan ribu warga yang berunjuk rasa melawan pembangunan Dam Pubugou di Provinsi Sichuan. Warga sekitar menentang pembangunan dam itu karena akan menggusur rumah-rumah yang dihuni 100.000 jiwa. Unjuk rasa berubah menjadi bentrokkan yang mengakibatkan seorang polisi tewas. Chen dituduh bersalah membunuh polisi tersebut. Menurut news.bbc.co.uk Kamis (7/12), Ran Tong, pengacara Chen Tao, menyatakan mereka tidak diizinkan menghadiri persidangan terdakwa. Ran mengaku mendengar kabar eksekusi kliennya ketika berada di pengadilan tinggi di Sichuan untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut. "Saya sangat marah mengenai hal ini karena sejak persidangan dimulai (April tahun lalu) saya berulang kali meminta jadwal persidangan. Namun, dikatakan bahwa kasusnya sedang berjalan," kata Ran Tong kepada kantor berita AFP. "Persidangan berlangsung tertutup. Mereka menipu kami dan diam-diam mengeksekusi Chen Tao,” tegasnya. Dalam kasus protes pembangunan waduk tersebut tiga orang telah dihukum penjara. Bahkan, satu orang dihukum seumur hidup. Ribuan pasukan paramiliter dikirim ke Desa Hanyuan di Provinsi Sichuan untuk meredam keadaan setelah terjadi bentrokan antara warga yang berunjuk rasa dan aparat keamanan. Menurut AFP, pembangunan dam itu telah ditunda untuk beberapa bulan, namun dimulai kembali pada September tahun lalu. Pemberontakan sosial merupakan satu hal yang dikhawatirkan pemerintah Cina. Terdapat peningkatan tajam pemberontakan sosial pada tahun-tahun belakangan ini yang dipicu kemarahan rakyat atas pejabat korup, perampasan tanah, dan meningkatnya kesenjangan pendapatan. Dalam salah satu kasus paling serius, polisi menembak mati tiga warga desa di Dongzhou, sebelah selatan Provinsi Guangdong, selama aksi protes perampasan tanah pada Desember 2005. (Yerry Niko/E4)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Thursday, 07 December 2006 13:47:59 Internasional Wednesday, 06 December 2006 12:09:08 Internasional Wednesday, 06 December 2006 10:06:23 Internasional Tuesday, 05 December 2006 17:40:40 Internasional Tuesday, 05 December 2006 16:22:40 Internasional |