|
.:: NEWS ::. Author : Mon, 11 Dec 2006 12:20:46 +0700
Internasional
Malaria "Percepat" Sebaran AIDS
Nairobi - Kemungkinan terdapat hubungan di antara malaria dan penyebaran virus HIV di seluruh Afrika. Demikian perkiraan para ilmuwan yang saat ini melakukan penelitian di Kenya.
Penelitian yang dipublikasi di jurnal Science, menyatakan cara kedua penyakit tersebut berinteraksi dapat membantu masing-masing penyakit menyebar lebih cepat.
Menurut riset itu, saat seseorang dengan AIDS terjangkit malaria, itu menyebabkan bergolaknya virus HIV di dalam darah, membuat lebih mudah menginfeksi pasangan mereka.
Sementara seseorang yang terjangkit HIV lebih mudah terkena malaria.
Dua penyakit tersebut telah menjadi pembunuh terbesar di Afrika.
Situs news.bbc.co.uk Jumat (8/12) menulis para ilmuwan mempelajari cepatnya penyebaran HIV-AIDS di kota Kisumu, Kenya, menemukan bahwa penyebaran HIV terjadi lebih cepat ketimbang yang mereka perkirakan dapat terjadi lewat prilaku seks beresiko.
Mereka menyelidiki hubungan dengan malaria, yang lazim di daerah itu.
Mereka percaya bahwa karena malaria dapat menggandakan virus HIV 10 kali lipat di dalam darah penderita HIV . hal tersbeut memperbesar kemungkin penularan virus kepada pasangan penderita HIV.
"Faktor pendukung biologis dari malaria telah menyumbang banyak terhadap penyebaran HIV serta kemungkin terjangkit per aktivitas seks," ujar Laith Abu-Raddad, salah seorang peneliti yang dijalankan oleh Pusat Penelitian Kanker Fred Hutchinson dan Universitas Washington.
"Pada gilirannya sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat infeksi HIV telah meningkatkan tingkat infeksi malaia dan telah memfasilitas ekspansi penyakit ini ke seluruh Afrika," kata peneliti lain, James Kublin.
Para ilmuwan memperkirakan sekitar puluhan ribu infeksi HIV (kemungkinan 5% dari keseluruhan infeksi) dan jutaan kasus malaria (kemungkinan 10% di antaranya) dapat ditimpakan pada hubungan saling membantu antara kedua penyakit ini.
Para ilmuwan menyatakan penemuan ini memiliki implikasi penting bagi upaya kesehatan publik, yang menggarisbawahi kebutuhan bagi otoritas negeri-negeri di Afrika Sub Sahara untuk menghalangi meluanya kedua penyakit secara bersama-sama.
Mereka juga juga mengatakan bahwa penelitian ini menunjukkan bagaimana faktor lain dapat mempengaruhi penyebaran HIV. (Yerry Niko/E4)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Friday, 17 November 2006 10:13:33 Tuesday, 14 November 2006 11:36:42 UU Tindak Pidana Korupsi Thursday, 09 November 2006 15:50:49 Wednesday, 08 November 2006 17:52:48 Tanpa Ratifikasi Statuta Roma Saturday, 28 October 2006 19:12:41 Pasca Kunjungan Suciwati ke AS |