Voice of Human Rights News Centre - Menyuarakan Hak Asasi Manusia, Hukum & Demokrasi
 H O M E Voice of Human Rights News Centre
We move to www.vhrmedia.com.....(KAMI PINDAH KE WWW.VHRMEDIA.COM)
  Saturday, 04 September 2010
Ind   Indonesia
VHRmedia Internet Streaming Radio
NEWS

Monday, 18 June 2007 17:51:28
we move to www.vhrmedia.com

Tuesday, 12 June 2007 13:44:08
SITUS VHR PINDAH ALAMAT

Monday, 11 June 2007 18:50:42

Sidang Tanah Meruya
Warga Minta Pembelaan Portanigra Ditolak

Monday, 11 June 2007 18:31:43

Exxon Mobil:
Warga Tak Berhak Gugat KKS Blok Cepu

Monday, 11 June 2007 17:53:39

Sidang Gugatan Korban Lumpur
PT Lapindo Ngotot Salahkan Alam

Monday, 11 June 2007 17:12:24
Powell Minta Penjara Guantanamo Ditutup

Monday, 11 June 2007 17:04:41
Walhi Sulteng Tolak PLTA Lore Lindu

Monday, 11 June 2007 15:43:03

Pencemaran Nama Baik
Kalla Mangkir dari Sidang Gugatan Gus Dur

Monday, 11 June 2007 14:27:25

Jelang Olimpiade 2008
China Pekerjakan Anak-anak

Monday, 11 June 2007 14:03:52

Penangkapan Petani Simalungun
Warga Tuntut Kapolri Copot Kapolres




.:: NEWS ::.
Author : Kurniawan Tri Yunanto
Wed, 17 Jan 2007 13:19:51 +0700



Konflik Poso
Polri: Ada Indikasi Ustad Ajarkan Jihad


Jakarta – Polri menyatakan ada indikasi beberapa ustad mengajarkan doktrin pada masyarakat untuk menjadikan Poso tempat berjihad. Polisi juga menyita 4 kg kalium klorat dan 7 bom rakitan Sarjono Cs, tersangka yang tertangkap dalam pengggerebekan Kamis (11/) lalu.

Demikian pernyataan juru bicara Polri Brigjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri Jakarta, Rabu (17/1).

Menurut Anton, para ustad tersebut terprovokasi isu bahwa akan ada penyerangan dari kelompok non-muslim di Poso. “Cuma kami belum ungkapkan soal itu. Dalam waktu dekat kami paparkan mengenai indikasi itu, termasuk nama-nama ustadnya.”

Menanggapi pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar bahwa Poso tidak akan aman selama warga sipil memegang senjata, polisi mengakui memang masih ada senjata yang disimpan masyarakat di Poso. Senjata-senjata itu sisa konflik di Sulawesi sebelumnya. Saat ini polisi masih menyelidiki perihal senjata api tersebut.
Dia mengimbau masyarakat segera menyerahkan senjata api, baik organik maupun non-organik, kepada polisi.

Menurut Anton, dalam pemeriksaan, para tersangka yang ditangkap Kamis lalu mengakui merakit bom untuk meledakkan gedung olahraga di Tentena, Poso. Mereka juga mengakui sebagai pelaku penembakan pendeta Irianto Kongkoli, 16 Oktober tahun lalu.

Ketika disinggung mengenai grand strategy penyelesaian konflik Poso, Anton menyatakan masih menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, tokoh masyarakat, LSM, dan keluarga tersangka. “Yang jelas kami tetap menjaga hak asasi mereka,” katanya. (Kurniawan/E1)

[Send to Friends]   [Printer Friendly Page]


Related Links :

Tuesday, 16 January 2007 14:50:06

Monday, 15 January 2007 14:57:04
Buntut Penyerangan Pos Polisi Poso

Friday, 12 January 2007 17:54:55
Kapolri Jenderal Sutanto:

Friday, 12 January 2007 17:16:10
Penanganan Kasus Poso

Friday, 12 January 2007 16:58:02
Kasus Poso

Search
Banjir 2007
Analysis
Human Rights Database
Security Sector Reform
The Letter
Links
Polling
Copyright © 2005 - 2010 VHRmedia.net - Voice of Human Rights News Centre
Jl. Tebet Barat Dalam II / 15 - Jakarta Selatan 12810 - Indonesia
Phone : +62 21 831 8274 - Faximile : +62 21 831 8276
E-mail : vhr@vhrmedia.net