|
.:: NEWS ::. Author : Wed, 17 Jan 2007 13:19:51 +0700
Konflik Poso
Polri: Ada Indikasi Ustad Ajarkan Jihad
Jakarta – Polri menyatakan ada indikasi beberapa ustad mengajarkan doktrin pada masyarakat untuk menjadikan Poso tempat berjihad. Polisi juga menyita 4 kg kalium klorat dan 7 bom rakitan Sarjono Cs, tersangka yang tertangkap dalam pengggerebekan Kamis (11/) lalu. Demikian pernyataan juru bicara Polri Brigjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri Jakarta, Rabu (17/1). Menurut Anton, para ustad tersebut terprovokasi isu bahwa akan ada penyerangan dari kelompok non-muslim di Poso. “Cuma kami belum ungkapkan soal itu. Dalam waktu dekat kami paparkan mengenai indikasi itu, termasuk nama-nama ustadnya.” Menanggapi pernyataan Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar bahwa Poso tidak akan aman selama warga sipil memegang senjata, polisi mengakui memang masih ada senjata yang disimpan masyarakat di Poso. Senjata-senjata itu sisa konflik di Sulawesi sebelumnya. Saat ini polisi masih menyelidiki perihal senjata api tersebut. Dia mengimbau masyarakat segera menyerahkan senjata api, baik organik maupun non-organik, kepada polisi. Menurut Anton, dalam pemeriksaan, para tersangka yang ditangkap Kamis lalu mengakui merakit bom untuk meledakkan gedung olahraga di Tentena, Poso. Mereka juga mengakui sebagai pelaku penembakan pendeta Irianto Kongkoli, 16 Oktober tahun lalu. Ketika disinggung mengenai grand strategy penyelesaian konflik Poso, Anton menyatakan masih menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, tokoh masyarakat, LSM, dan keluarga tersangka. “Yang jelas kami tetap menjaga hak asasi mereka,” katanya. (Kurniawan/E1)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Tuesday, 16 January 2007 14:50:06 Monday, 15 January 2007 14:57:04 Buntut Penyerangan Pos Polisi Poso Friday, 12 January 2007 17:54:55 Kapolri Jenderal Sutanto: Friday, 12 January 2007 17:16:10 Penanganan Kasus Poso Friday, 12 January 2007 16:58:02 Kasus Poso |