|
.:: NEWS ::. Author : Fri, 19 Jan 2007 10:25:30 +0700
Kematian Joki '3 in 1'
Ibunda Irfan Maulana: Satpol PP Sangat Kejam
Jakarta - Sutihat, ibunda Irfan Maulana, menilai tindakan petugas satuan polisi pamong praja (satpol PP) terhadap anaknya sangat kejam. Karena itu, dia meminta Dinas Ketenteraman dan Ketertiban DKI Jakarta dibubarkan. Irfan Maulana yang menjadi joki 3 in 1 terjaring razia oleh Satpol di Jalan Bumi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/1). Menurut kesaksian dua joki lain, Irfan dianiaya oleh tiga petugas Satpol PP. Siswa kelas V sekolah dasar itu terluka parah dan dua hari kemudian meninggal dunia.
“Saya tidak puas. Saya minta dibubarin aja, karena Tramtib sangat kejam kepada anak saya,” kata Sutihat pada acara doa bersama di makam Irfan Taman Pemakaman Umum Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Kamis (18/1) petang. Doa bersama itu dihadiri keluarga, kerabat, dan teman-teman almarhum. Hadir pula Komunitas Rakyat Miskin Tolak Operasi Yustisi, antara lain Rakyat Miskin Kota, Jaringan Rakyat Miskin Kota, Komunitas Grogol, LBH Jakarta, LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan, Serikat Pengamen Merdeka, dan Sanggar Ciliwung. Seusai doa bersama, seorang bocah pengamen membacakan Janji Solidaritas Anak Indonesia. “Janji solidaritas anak korban kekerasan negara. Kami berjanji mendukung dan memperjuangkan penuntasan kasus anak korban kekerasan negara; mendukung dan memperjuangkan pembubaran Dinas Tramtib dan polisi pamong praja di seluruh Indonesia; mendukung dan memperjuangkan penegakan dan perlindungan hak asasi manusia Indonesia.” Dalam kesempatan itu Sutihat juga membantah keras dugaan bahwa Irfan tewas akibat penyakit ayan. Ibu ini menuturkan, sebenarnya pihak keluarga sering mencegah dan melarang Irfan mencari uang dengan menjadi joki di kawasan 3 in 1. Dia menduga Irfan terpengaruh teman-temannya untuk menjadi joki. “Irfan suka ngumpet-ngumpet kalau ngejoki. Sering saya larang. Kakak dan bapaknya juga sering melarangnya.” Sutihat mengaku tidak setiap hari Irfan menjadi joki di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan. Kadang hanya satu atau dua kali dalam seminggu. (Kurniawan Tri/E1)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Wednesday, 17 January 2007 18:01:35 Kematian Joki '3 in 1' Wednesday, 17 January 2007 15:19:02 Kematian Joki '3 in 1' Tuesday, 16 January 2007 15:49:38 Tuesday, 16 January 2007 13:29:14 Tuesday, 16 January 2007 13:18:42 |