|
.:: NEWS ::. Author : Tue, 30 Jan 2007 14:30:44 +0700
Buruh Migran
Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta Kian Menjadi
Jakarta – Pemerasan terhadap buruh migran di ruang tunggu (lounge) Terminal II Bandara Soekarno-Hatta terus saja terjadi. Misalnya mereka dipaksa menukar mata uang asing dengan rupiah dengan nilai rendah dan dipaksa membeli tiket dengan harga lebih tinggi dari harga normal. Hal itu dikatakan Sekretaris Nasional Konsorsium Pembela Buruh Migran Indonesia (Kopbumi) Trisakti Rahim kepada VHR, Selasa (30/1). Rahim mencontohkan, pemerasan terjadi hanya beberapa hari setelah lounge diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 22 Agustus tahun lalu. Ketika itu 19 buruh migran asal Semarang dipaksa membeli tiket seharga Rp 535.000, padahal harga resmi hanya Rp 283.000. Enam buruh migran yang sedang berada di lounge juga dijanjikan dipulangkan ke daerah asal, tapi justru diinapkan di sebuah hotel oleh satuan pengamanan bandara. Nasib erupa terjadi pada 60 buruh migran yang dibawa satuan pengamanan bandara ke Terminal I. Kemudian 21 buruh migran dibawa keluar ruang tunggu dan selanjutnya tidak diketahui keberadaan mereka. “Seharusnya mereka dibawa ke Terminal III, didata, kemudian dibawa pulang, bukan dibawa oleh satuan pengaman,” kata Rahim. Contoh lain penjualan kartu telepon seluler yang ternyata tidak berpulsa. Padahal, tidak dibenarkan ada aktivitas penjualan di ruang tunggu tersebut. Menurut Rahim, seharusnya ruang tunggu Terminal II Bandara Soekarno-Hatta diperuntukkan buruh migran agar beristirahat dengan nyaman. Tapi karena terus saja terjadi pemerasan dalam bentuk dan level tertentu, para buruh migran justru merasakan sebaliknya. “Karena itu, kami minta lounge itu ditutup,” ujarnya. Para buruh migran kesulitan menghindari pemerasan dan penipuan karena kebanyakan mereka kurang mengetahui prosedur. Ketidaktahuan itu membuat mereka dieksploitasi di bandara. “Pemerintah sangat tidak serius menangani soal buruh migran,” tegas Rahim. (Indah Nurmasari/E1)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Thursday, 21 December 2006 11:07:53 Tuesday, 17 October 2006 10:51:32 Thursday, 31 August 2006 18:44:03 Tuesday, 29 August 2006 14:34:43 Friday, 11 August 2006 15:48:49 |