Voice of Human Rights News Centre - Menyuarakan Hak Asasi Manusia, Hukum & Demokrasi
 H O M E Voice of Human Rights News Centre
We move to www.vhrmedia.com.....(KAMI PINDAH KE WWW.VHRMEDIA.COM)
  Friday, 10 September 2010
Ind   Indonesia
VHRmedia Internet Streaming Radio
NEWS

Monday, 18 June 2007 17:51:28
we move to www.vhrmedia.com

Tuesday, 12 June 2007 13:44:08
SITUS VHR PINDAH ALAMAT

Monday, 11 June 2007 18:50:42

Sidang Tanah Meruya
Warga Minta Pembelaan Portanigra Ditolak

Monday, 11 June 2007 18:31:43

Exxon Mobil:
Warga Tak Berhak Gugat KKS Blok Cepu

Monday, 11 June 2007 17:53:39

Sidang Gugatan Korban Lumpur
PT Lapindo Ngotot Salahkan Alam

Monday, 11 June 2007 17:12:24
Powell Minta Penjara Guantanamo Ditutup

Monday, 11 June 2007 17:04:41
Walhi Sulteng Tolak PLTA Lore Lindu

Monday, 11 June 2007 15:43:03

Pencemaran Nama Baik
Kalla Mangkir dari Sidang Gugatan Gus Dur

Monday, 11 June 2007 14:27:25

Jelang Olimpiade 2008
China Pekerjakan Anak-anak

Monday, 11 June 2007 14:03:52

Penangkapan Petani Simalungun
Warga Tuntut Kapolri Copot Kapolres




.:: NEWS ::.
Author : Tri Wibowo Santoso
Tue, 17 Apr 2007 18:25:27 +0700



Komersialisasi Pendidikan Penyebab Pengangguran


Jakarta - Komersialisasi pendidikan yang terjadi di  Indonesia menyebabkan pengangguran. Pemerintah seharusnya menghapus biaya pendidikan yang tinggi itu.
 
Hal itu disampaikan Sekjen Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Rendra Valentino di sela-sela acara diskusi masalah pendidikan dan ketenagakerjaan yang diselenggarakan sejumlah organisasi kepemudaan yang dihadiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan GMNI, di di Jakarta, Selasa (17/4).
 
Rendra menyatakan meski ujian nasional dimulai hari ini, masih banyak siswa sekolah di seluruh Indonesia tidak dapat mengikuti ujian nasional. Hal itu disebabkan biaya ujian nasional yang mahal dan membebani hidup para orang tua murid.
 
Menurut Rendra, permasalahan biaya pendidikan sebenarnya masih bisa teratasi oleh pemerintah, jika ada konsistensi dalam pengalokasian biaya pendidikan sebesar 20% yang diperoleh dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2006 dan 2007. Namun, dana pendidikan tersebut hingga kini tidak terealisasi karena banyak terjadi penyelewengan dana.
 
“Pemerintah seharusnya konsisten terhadap pengalokasian dana 20 persen untuk pendidikan di APBN. Kalau tidak, komersialisasi pendidikan akan terus terjadi. Kalau sudah begitu, pendidikan hanya berlaku bagi orang kaya dan misi pemerintah untuk meningkatkan sumber daya manusia cuma omong kosong,” kata Rendra. (E1)

[Send to Friends]   [Printer Friendly Page]


Related Links :

Tuesday, 17 April 2007 16:54:02

Tuesday, 17 April 2007 14:50:33
Reintegrasi

Monday, 16 April 2007 18:22:23

Friday, 13 April 2007 14:53:17
Kabar dari Hong Kong

Friday, 13 April 2007 14:00:20

Search
Banjir 2007
Analysis
Human Rights Database
Security Sector Reform
The Letter
Links
Polling
Copyright © 2005 - 2010 VHRmedia.net - Voice of Human Rights News Centre
Jl. Tebet Barat Dalam II / 15 - Jakarta Selatan 12810 - Indonesia
Phone : +62 21 831 8274 - Faximile : +62 21 831 8276
E-mail : vhr@vhrmedia.net