|
.:: NEWS ::. Author : Mon, 23 Apr 2007 15:04:44 +0700
Banjir Morowali
16 Desa Masih Terendam
Morowali – Hingga Senin (23/4) 16 desa di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, masih terendam banjir. Akibat banjir aktivitas warga terhenti. Begitu pula aktivitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah. Sebagian murid sekolah dasar di Kecamatan Petasia terpaksa belajar di salah satu gereja yang dijadikan tempat pengungsian. Ana, murid kelas IV sekolah dasar di Desa Trans Bunta, mengatakan ia dan teman-temannya tidak bersekolah karena air masih merendam gedung sekolahnya. Padahal, ujian nasional semakin dekat. Sementara para orang tua siswa hanya bisa pasrah karena anak mereka tidak dapat bersekolah. Banjir yang menyebabkan 16 desa terendam itu disebabkan aktivitas pembalakan kayu liar di hutan Morowali. Terbukti di sepanjang daerah aliran sungai ratusan gelondong kayu ilegal ditambatkan, menunggu dihanyutkan ke hilir. Ribuan kubik kayu gelondongan disembunyikan di tepi-tepi sungai. Kayu-kayu gelondongan dengan berbagai ukuran tersebut ditambatkan di tepi sungai agar tidak terpantau aparat kepolisian dan Dinas Kehutanan. Menurut keterangan warga, kayu gelondongan itu milik sebuah perusahaan yang saat ini sedang melakukan penebangan di hulu Sungai Laa. Sejak penebangan itu terjadi di hutan Morowali, Sungai Laa terus meluap. Saat ini tercatat dua perusahaan kayu tengah menebang pohon-pohon di sejumlah kawasan hutan di Morowali. Kedua perusahaan itu berbekal izin pemanfaatan hasil hutan. (E1)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Monday, 23 April 2007 13:21:55 Banjarnegara Friday, 20 April 2007 12:59:18 Wednesday, 18 April 2007 15:10:17 Gugatan Banjir Jakarta Tuesday, 17 April 2007 14:50:33 Reintegrasi Tuesday, 03 April 2007 11:35:42 Profil XVIII |