Voice of Human Rights News Centre - Menyuarakan Hak Asasi Manusia, Hukum & Demokrasi
 H O M E Voice of Human Rights News Centre
We move to www.vhrmedia.com.....(KAMI PINDAH KE WWW.VHRMEDIA.COM)
  Friday, 10 September 2010
Ind   Indonesia
VHRmedia Internet Streaming Radio
NEWS

Monday, 18 June 2007 17:51:28
we move to www.vhrmedia.com

Tuesday, 12 June 2007 13:44:08
SITUS VHR PINDAH ALAMAT

Monday, 11 June 2007 18:50:42

Sidang Tanah Meruya
Warga Minta Pembelaan Portanigra Ditolak

Monday, 11 June 2007 18:31:43

Exxon Mobil:
Warga Tak Berhak Gugat KKS Blok Cepu

Monday, 11 June 2007 17:53:39

Sidang Gugatan Korban Lumpur
PT Lapindo Ngotot Salahkan Alam

Monday, 11 June 2007 17:12:24
Powell Minta Penjara Guantanamo Ditutup

Monday, 11 June 2007 17:04:41
Walhi Sulteng Tolak PLTA Lore Lindu

Monday, 11 June 2007 15:43:03

Pencemaran Nama Baik
Kalla Mangkir dari Sidang Gugatan Gus Dur

Monday, 11 June 2007 14:27:25

Jelang Olimpiade 2008
China Pekerjakan Anak-anak

Monday, 11 June 2007 14:03:52

Penangkapan Petani Simalungun
Warga Tuntut Kapolri Copot Kapolres




.:: NEWS ::.
Author : Subarkah
Mon, 23 Apr 2007 15:04:44 +0700



Banjir Morowali
16 Desa Masih Terendam


Morowali – Hingga Senin (23/4) 16 desa di Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, masih terendam banjir. Akibat banjir aktivitas warga terhenti. Begitu pula aktivitas belajar-mengajar di sekolah-sekolah.
 
Sebagian murid sekolah dasar di Kecamatan Petasia terpaksa belajar di salah satu gereja yang dijadikan tempat pengungsian. Ana, murid kelas IV sekolah dasar di Desa Trans Bunta, mengatakan ia dan teman-temannya tidak bersekolah karena air masih merendam gedung sekolahnya. Padahal, ujian nasional semakin dekat.
 
Sementara para orang tua siswa hanya bisa  pasrah karena anak mereka tidak dapat bersekolah. Banjir yang menyebabkan 16 desa  terendam itu disebabkan aktivitas pembalakan kayu liar di hutan Morowali. Terbukti di sepanjang daerah aliran sungai ratusan gelondong kayu ilegal ditambatkan, menunggu dihanyutkan ke hilir.
 
Ribuan kubik kayu gelondongan disembunyikan di tepi-tepi sungai. Kayu-kayu gelondongan dengan berbagai ukuran tersebut ditambatkan di tepi sungai agar tidak terpantau aparat kepolisian dan Dinas Kehutanan.
 
Menurut keterangan warga, kayu gelondongan itu milik sebuah perusahaan yang saat ini sedang melakukan penebangan di hulu Sungai Laa. Sejak penebangan itu terjadi di hutan Morowali, Sungai Laa terus meluap.
 
Saat ini tercatat dua perusahaan kayu tengah menebang pohon-pohon di sejumlah kawasan hutan di Morowali. Kedua perusahaan itu berbekal izin pemanfaatan hasil hutan. (E1)

[Send to Friends]   [Printer Friendly Page]


Related Links :

Monday, 23 April 2007 13:21:55
Banjarnegara

Friday, 20 April 2007 12:59:18

Wednesday, 18 April 2007 15:10:17
Gugatan Banjir Jakarta

Tuesday, 17 April 2007 14:50:33
Reintegrasi

Tuesday, 03 April 2007 11:35:42
Profil XVIII

Search
Banjir 2007
Analysis
Human Rights Database
Security Sector Reform
The Letter
Links
Polling
Copyright © 2005 - 2010 VHRmedia.net - Voice of Human Rights News Centre
Jl. Tebet Barat Dalam II / 15 - Jakarta Selatan 12810 - Indonesia
Phone : +62 21 831 8274 - Faximile : +62 21 831 8276
E-mail : vhr@vhrmedia.net