Voice of Human Rights News Centre - Menyuarakan Hak Asasi Manusia, Hukum & Demokrasi
 H O M E Voice of Human Rights News Centre
We move to www.vhrmedia.com.....(KAMI PINDAH KE WWW.VHRMEDIA.COM)
  Friday, 10 September 2010
Ind   Indonesia
VHRmedia Internet Streaming Radio
NEWS

Monday, 18 June 2007 17:51:28
we move to www.vhrmedia.com

Tuesday, 12 June 2007 13:44:08
SITUS VHR PINDAH ALAMAT

Monday, 11 June 2007 18:50:42

Sidang Tanah Meruya
Warga Minta Pembelaan Portanigra Ditolak

Monday, 11 June 2007 18:31:43

Exxon Mobil:
Warga Tak Berhak Gugat KKS Blok Cepu

Monday, 11 June 2007 17:53:39

Sidang Gugatan Korban Lumpur
PT Lapindo Ngotot Salahkan Alam

Monday, 11 June 2007 17:12:24
Powell Minta Penjara Guantanamo Ditutup

Monday, 11 June 2007 17:04:41
Walhi Sulteng Tolak PLTA Lore Lindu

Monday, 11 June 2007 15:43:03

Pencemaran Nama Baik
Kalla Mangkir dari Sidang Gugatan Gus Dur

Monday, 11 June 2007 14:27:25

Jelang Olimpiade 2008
China Pekerjakan Anak-anak

Monday, 11 June 2007 14:03:52

Penangkapan Petani Simalungun
Warga Tuntut Kapolri Copot Kapolres




.:: NEWS ::.
Author : FX Rudy Gunawan
Tue, 24 Apr 2007 17:16:49 +0700



Kabar dari Malaysia
Partai Sosialis Malaysia & Buruh Senasib


Kuala LumpurSabtu (21/4) malam VHR menghadiri acara makan malam Partai Sosialis Malaysia (PSM) di Wisma Peladang, kawasan Petaling Jaya. Acara ini dihadiri 300-an orang lebih anggota dan simpatisan PSM dan juga pers. Selain diisi orasi politik tokoh-tokoh dan Ketua PSM Dr Moh Nasir Hashim, acara juga dimeriahkan pertunjukan seni anak-anak korban penggusuran Kampung Barembang dan remaja Biro Kebudayaan PSM.
 
Di panggung, ada back drop berupa big banner yang memajang wajah Karl Marx dan Lennin mengapit logo PSM berupa tangan mengepal dengan latar belakang merah, di bagian tengah ada tulisan “Malam Salam Perjuangan 2007”. Acara dibuka oleh komrad Sevan, anggota PSM dari wilayah Cawangan, Kajang, disusul pemutaran film dokumenter tentang sekilas sejarah PSM. Partai yang bermula dari aliansi beberapa organisasi buruh (buruh pabrik dan perkebunan) dan kaum miskin kota ini terbentuk sejak tahun 1991. Pada 1994 mereka menggelar demonstrasi massal buruh yang mengejutkan masyarakat Kuala Lumpur, karena sudah lebih dua dekade aksi buruh semacam itu tidak pernah terjadi di Malaysia.
 
Itulah awal gebrakan yang menjadi embrio ide pembentukan PSM. Selanjutnya  pembahasan, diskusi, penyusunan draf partai, pematangan, dan konsolidasi berlangsung intens sejak 1995 sampai akhirnya partai itu dideklarasikan pada 1 Mei 1998. Saat itu juga PSM mendaftarkan diri secara resmi pada pemerintah Malaysia. Itulah awal sejarah panjang penolakan pendaftaran sebuah partai.
 
“Kita sudah mengikuti semua prosedur yang diwajibkan. Kita juga sudah memenuhi semua persyaratan yang diminta untuk mendaftarkan diri sebagai partai. Tapi pemerintah terus menolak pendaftaran yang kita ajukan,” kata Dr Nasir dalam pidatonya. “Sejak Mei 1998 kita mendaftarkan diri ke Societies Registration Department dan baru dijawab pada Februari 1999. Jawabannya ditolak tanpa alasan. No reasons were given!”  
 
Selanjutnya PSM mencoba mengajukan surat permohonan langsung pada Kementerian Dalam Negeri berdasarkan undang-undang (Section 18-Societies Act -1966) untuk mendaftar. Sampai enam bulan tak ada tanggapan, meskipun PSM sudah berkali-kali menanyakan status pendaftaran mereka lewat surat. PSM akhirnya mengajukan komplain ke Public Complaints Bureau yang berada di bawah langsung Perdana Menteri pada Agustus 1999.
 
Setelah komplain itu PSM baru mendapat jawaban dari Sekretaris Kementerian Dalam Negeri pada September 1999 yang isinya juga penolakan permohonan mereka. Penolakan  ini juga tanpa alasan. Bahkan, ditegaskan penolakan itu final. “PSM tidak menyerah. PSM justru membuat sejarah dengan menjadi partai pertama yang mengajukan Menteri Dalam Negeri ke pengadilan. Kitalah yang melakukannya!” seru Dr Nasir. Menteri Dalam Negeri pada saat itu adalah Abdullah Ahmad Badawi yang kini Perdana Menteri. 
     
Nasib PSM tampaknya memang mirip dengan nasib buruh migran, terutama yang ilegal. Para buruh yang dianggap ilegal sebenarnya kebanyakan adalah korban penipuan calo dan mafia human trafficking. Nasib para buruh juga tak pernah pasti. Tiap saat mereka bisa dipecat atau menjadi korban berbagai bentuk kekerasan dan kekejaman. Tak ada yang bisa menjamin keamanan dan kepastian status mereka.
 
Saat ini saja di shelter KBRI terdapat 150-an buruh Indonesia yang menjadi korban berbagai kasus. Kebanyakan mereka bekerja di sektor rumah tangga. Sebagian lagi tertipu dan pernah disekap untuk dijadikan pekerja seks, seperti terjadi di rumah agen pencari kerja Wisma Indah, Kuala Lumpur, yang menyekap 15 TKI perempuan dan memperlakukan mereka dengan kejam. Kasus ini terbongkar pada Januari 2007.
 
Meski tak berhubungan dengan urusan politik, para buruh migran juga kerap menjadi korban politik. Situasi mereka juga kerap ditolak tanpa alasan jelas. Apalagi saat ini di Malaysia ada organisasi yang didukung pemerintah bernama Tim Relawan Rakyat atau Rela. Rela didirikan untuk mencegah masuknya buruh ilegal dan berhak merazia, menahan, dan menyekap siapa pun pendatang yang tak memiliki identitas jelas.
 
Itulah persamaan situasional antara buruh migran dan PSM yang hingga kini tak berhasil juga mendapatkan pengakuan dari pemerintah Malaysia sebagai partai politik resmi. Mereka sudah berjuang selama delapan tahun sejak 1998 sampai sekarang. Proses pengadilan sudah mereka tempuh selama bertahun-tahun, dengan berbagai penundaan dari pengadilan tinggi. Kalah. Naik banding ke mahkamah agung. Kalah juga setelah bertahun-tahun menjalani persidangan yang juga ditunda-tunda. Sebuah perjuangan yang sungguh panjang.
 
“Tapi kita tidak akan menyerah. Kalaupun tidak mendapat pengakuan dari pemerintah, PSM akan tetap ada dan berjuang untuk kaum buruh dengan berbagai cara yang bisa kita lakukan. Hidup buruh! Hidup PSM,” seru Dr Nasir di akhir pidato. Acara pun dilanjutkan penampilan komrad Chon Kai yang menyanyikan lagu Mandarin “Workers Struggle”. (E4)

[Send to Friends]   [Printer Friendly Page]


Related Links :

Monday, 23 April 2007 11:03:30
Kabar dari Malaysia

Friday, 20 April 2007 16:47:31
Kabar dari Malaysia

Thursday, 19 April 2007 13:25:42
Kabar dari Malaysia

Tuesday, 17 April 2007 13:07:40
Kabar dari Malaysia

Friday, 13 April 2007 21:13:03
Kabar dari Malaysia

Search
Banjir 2007
Analysis
Human Rights Database
Security Sector Reform
The Letter
Links
Polling
Copyright © 2005 - 2010 VHRmedia.net - Voice of Human Rights News Centre
Jl. Tebet Barat Dalam II / 15 - Jakarta Selatan 12810 - Indonesia
Phone : +62 21 831 8274 - Faximile : +62 21 831 8276
E-mail : vhr@vhrmedia.net