|
.:: NEWS ::. Author : Thu, 31 May 2007 15:01:42 +0700
Penembakan Petani Pasuruan
Panglima TNI Tak Mau Berasumsi
Jakarta – Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mengatakan tidak ingin berprasangka soal kasus penembakan warga oleh aparat TNI Angkatan Laut di Pasuruan yang menyebabkan 4 orang tewas dan 10 orang terluka. Hal itu dikatakan Djoko Suyanto kepada wartawan di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (30/5). Menurut dia, jika TNI menyampaikan asumsi mengenai arah tembakan yang dilepaskan personel Marinir, justru akan menciptakan kesan membela diri. “Saya tidak ingin berpolemik bahwa prajurit menembak ke atas, sementara masyarakat menyatakan mereka menembak langsung ke warga.” Panglima menyatakan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus penembakan tersebut pada Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri yang bekerja sama dengan Polisi Militer Angkatan Laut Surabaya. Djoko mengaku sudah meminta Kepala Staf TNI AL Laksamana Slamet Soebijanto menyelesaikan sengketa tanah di Pasuruan secara damai melalui komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat setempat. Berdasarkan data kasus sengketa tanah antara TNI dan warga sipil, pada tahun 2007 tercatat dua kali kasus penembakan oleh tentara. Pada 22 Januari lalu di Desa Sukamulya, Rumpin, Bogor, Jawa Barat, pasukan dari Pangkalan TNI AU Atang Sanjaya menembak Acep (50) dalam kasus penggusuran tanah warga. Meski tidak sampai menyebabkan korban tewas, penyerangan itu mengakibatkan 8 orang luka-luka. (E1)
[Send to Friends]
[Printer Friendly Page]
Related Links : Thursday, 31 May 2007 13:00:07 Penembakan Petani Pasuruan Monday, 28 May 2007 17:54:04 Perizinan Eksplorasi Longgar Friday, 11 May 2007 18:09:56 Wednesday, 09 May 2007 17:00:16 Kayu Ilegal Thursday, 14 December 2006 15:17:46 Sengketa Agraria |